Kisah Cinta Zulaikha yang Tergila-gila dengan Kegantengan Nabi Yusuf As
BAB: DILEMA CINTA
Part: V
Cinta Zulaikha
yang Tergila-gila dengan Kegantengan Nabi Yusuf As
Tertarik
dengan ketampanan bukanlah cinta
Tapi, ia
adalah nafsu yang akan membakar pemikiran jernihmu
Dan
mengotori hati sucimu
Dalam buku 7 Keajaiban wanita, Ummu Aulia
menyatakan ketampanan Nabi Yusuf As mengundang banyak wanita berdecak kagum.
Salah satu wanita yang lebih dahulu mengenal ketampanan Nabi Yusuf As adalah
Zulaikha, istri sang raja. Dia tidak tahan melihat orang setampan Nabi Yusuf
As, lalu timbul gairahnya untuk mengajak melakukan perbuatan yang tidak
senonoh. Sebenarnya Nabi Yusuf As sebagai manusia juga tumbuh perasaannya pada
wanita itu, tetapi dia tahu bahwa hal itu tidak diperbolehkan. Dengan berbagai
cara Zulaikha mencoba mencoba menjerat Nabi Yusuf As. Dan kesempatan itu
benar-benar terjadi. Allah menyebutkan:
“Sesungguhnya wanita itu
telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud
(melakukan pula) dengan wanita itu andaikata Dia tidak melihat tanda (dari)
Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan
kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu Termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Q.S.
Yusuf : 24)
Ayat ini tidaklah menunjukkan
bahwa Nabi Yusuf a.s. punya keinginan yang buruk terhadap wanita itu
(Zulaikha), akan tetapi godaan itu demikian besarnya sehingga andaikata dia
tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah s.w.t tentu dia jatuh ke dalam
kemaksiatan.
Nabi Yusuf As tersadar. Dia
diberikan petunjuk oleh Allah, sehingga perbuatannya itu tidak pernah terjadi.
Tetapi Zulaikha kecewa berat, karena hasratnya yang menggebu itu tidak
kesampaian, sehingga membuat tipu daya kepada Nabi yusuf As.
Lihat juga: KISAH SEORANG PEMUDA YANG TAK AKAN MENIKAH SEBELUM BERTANYA KEPADA 100 ORANG TENTANG WANITA
Begitulah wanita jika cintanya
tidak terbalas, dia akan melakukan tindakan yang merugikan orang yang dicintai.
Maka tidak salah jika ada yang mengatakan: “sebesar cinta wanita, sebesar
itu pula dendamnya.”
Allah SWT mengabadikan kisah itu
dalam Al-Qur’an:
“Dan keduanya berlomba-lomba
menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak
dan Kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. wanita itu berkata:
"Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan
isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"
(Q.S. Yusuf: 25)
Saat Nabi Yusuf As mendapatkan
peringatan dari Allah, dia segera lari menuju pintu yang sebenarnya sudah
ditutup oleh Zulaikha. Nabi yusuf As ingin menghindari fitnah dari tuduhan
perbuatan zina. Tetapi Zulaikha lebih cerdik, dia membuat rekayasa seakan Nabi
Yusuf As lah yang melakukan dan memperkosanya. Baju Nabi Yusuf As dikoyak oleh
Zulaikha, untuk dijadikan alasan bahwa Nabi Yusuf As telah melakukan perbuatan
tidak terpuji pada dirinya. Dengan bukti itu, terjadilah persengketaan dan
kontroversi, apakah Nabi Yusuf As atau Zulaikha yang memulai. Dan untuk
membuktikan kebenaran diantara keduanya, akam perlu di dengar keterangan dari
para pelaku dan diperlukan adanya saksi. Allah berfirman:
“Yusuf berkata: "Dia
menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi
dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya
koyak di muka, Maka wanita itu benar dan Yusuf Termasuk orang-orang yang dusta.”
(Q.S. Yusuf: 26)
“Dan jika baju gamisnya koyak
di belakang, Maka wanita Itulah yang dusta, dan Yusuf Termasuk orang-orang
yang benar." (Q.S. Yusuf: 27)
Keterangan saksi tersebut
memberikan keterangan kepada raja (suami Zulaikha) bahwa apa yang dikatakan
oleh Zulaikha adalah kebohongan. Di sinilah sang raja menjadi jelas lalu
berkata sebagaimana diabadikan Allah dalam Al-Qur’an:
“Maka tatkala suami wanita
itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia:
"Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya
tipu daya kamu adalah besar." (Q.S. Yusuf: 28)
Sesungguhnya Nabi Yusuf As tidak
bersalah, wanita itu menginginkan agar Nabi Yusuf As tetap dipenjara. Begitulah
cinta yang tak terbalas. Dia akan melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Walaupun demikian, cintanya tidak pernah luntur, sekali cinta tetap ada, walau
dibalut dengan kebencian.
Sementara itu Nabi Yusuf As
harus menjalani hidup berliku-liku, mengarungi dakwah yang tak terapi, sampai
akhirnya Allah mengangkat derajatnya menjadi manusia yang sangat terhormat di
sisi Allah dan di hadapan manusia. Dan benar, Nabi Yusuf As telah menjadi orang
besar dan disanjung umatnya. Cinta Zulaikha tidak pernah luntur walaupun sudah
melewati masa yang panjang. Dan benar, kekuatan cinta bisa mengalahkan
banyaknya rintangan. Zulaikah akhirnya mendapatkan Nabi Yusuf As. Dia berhasil dijadikan istri oleh Nabi Yusuf As
dengan pertolongan Allah atas taubat yang sungguh-sungguh dilakukannya.
Begitulah cinta, dia akan datang
saat masanya sudah datang. Walaupun dikejar sampai menyakiti atau membuat orang
yang dicinta di fitnah, jika dia berjodohkan dengan kita mengapa harus terburu
karena nafsu. Seperti kisah cinta Zulaikha yang cinta mati pada Nabi Yusuf As.



Comments
Post a Comment