Kisah Seorang Pemuda yang Tak akan Menikah sebelum Bertanya kepada 100 Orang tentang Wanita
BAB: PENASARAN
Part IV
Kisah, Sulitnya
Mencari Wanita
Pilihlah
wanita yang berguna untukmu. Tinggalkan dia yang menyengsarakanmu. Dan lupakan
dia yang tidak berguna dan tidak menyengsarakanmu.
Dalam
bukunya 7 Keajaiban Wanita, Ummu Aulia menuliskan tentang seorang lelaki
yang menginginkan menikah, tetapi mempunyai ketakutan yang luar biasa.
Ketakutan itu semakin bertambah seiring dengan menonton infotaiment dan
mendengar informasi yang memberikan banyaknya artis kawin-cerai. Ada yang bulan
Haji kawin, bulan Maulid cerai. Ada yang bulan Januari kawin dan punya anak,
tahu-tahu mendadak cerai. Sampai akhirnya dia berkesimpulan lebih baik tidak
menikah. Tetapi nalurinya tidak bisa dibohongi. Dia menurunkan kadar
ketakutannya, yaitu dengan menanyakan kepada orang lain. Dalam hati dia
bersumpah: “Demi Allah aku tidak akan menikah sebelum aku bertanya kepada
100 orang.”
Sembilan puluh sembilan orang
sudah ditanya tentang pernikahan dan wanita yang paling ideal. Dari jumlah
tersebut berarti tinggal mencari satu orang lagi untuk ditanya. Pagi-pagi dia
harus keluar mencari orang untuk ditanya tentang wanita. Dan alhamdulillah
bertemulah dia dengan seseorang di jalan. Orang ini tampaknya gila, tetapi
sesungguhnya dia adalah orang alim.
“Pak, saya mau tanya, mohon
kiranya di-jawab!” kata anak itu memulai percakapannya.
Orang gila: “Bertanyalah! Tetapi Anda jangan
menanyakan selain yang sudah disampaikan kepada Anda.”
Laki-laki: “Aku adalah
seorang pemuda. Aku punya pemikiran kalau menikahi wanita itu sama dengan
mendapatkan musiba besar. Dan aku berjanji tidak akan menikah sebelum bertanya
kepada 100 orang, dan Anda adalah orang yang ke-100. Apa pendapat Anda tentang
wanita?”
Orang gila menjawab: “Ketahuilah,
bahwa wanita itu ada 3 macam. Pertama, wanita yang berguna untuk Anda. Kedua,
wanita yang menyengsarakan Anda. Ketiga, wanita yang tidak berguna bagi Anda
dan tidak menyengsarakan Anda. Adapun wanita pertama, yang berguna bagi Anda,
adalah wanita yang masih perawan dan cantik, yang belum dikenal oleh laki-laki
lain sebelum anda. Jika melihat kebaikan pada diri Anda, dia akan bersyukur,
jika dia melihat keburukan pada Anda dia akan menutupinya. Wanita kedua,
yang menyesengsarakan Anda, adalah wanita yang sudah punya anak dari laki-laki
lain, dia merampas harta Anda dan menyerahkan anaknya pada Anda, dia tidak
berterimakasih kepada Anda sekalipun Anda perlakukan dengan baik. Wanita yang
ketiga, yang tidak berguna bagi Anda dan tidak menyengsarakan Anda, adalalah
wanita yang sudah pernah menikah dengan laki-laki lain. Jika melihat kebaikan
Anda, dia akan berkata: Inilah yang aku cintai, jika dia melihat keburukan
Anda, dia akan kembali kepada suaminya yang pertama. Inilah keadaan wanita, aku
sudah jelaskan kepada Anda! Jika Anda berminat, ambil mana yang paling baik
buat Anda!”
Laki-laki: “Subhanallah!
Okelah kalau begitu, siapa Anda?”
Orang gila: “Bukankah aku
sudah memberikan syarat, kalau Anda tidak boleh menanyakan selain yang Anda
inginkan?”
Di lain ceritapun, seorang
filosof yaitu Socrates menasehati muridnya (yang takut menikah karena melihat
kesengsaraan rumah tangga sang guru) untuk menikah. Socrates berkata, “Dalam
kondisi apapun, engkau tetap harus manikah. Jika engkau mendapatkan istri yang
baik, engkau akan berbahagia. Jika engkau mendapatkan istri yang menjengkelkan,
engkau akan menjadi orang yang bijaksana. Singkatnya keduanya menguntungkanmu.”
Dikejar
atau tidak dikejar, itu tetap cinta
Dan
tulang rusuk tak akan pernah bertukar
Tak akan
pernah hilang
Tak akan
pernah dicuri
Tak akan
pernah tersesat
Karena
cinta tahu dimana tempat pelabuhan terakhirnya
(Kim
Timme)

Comments
Post a Comment