Broken Home | Menjadi Dewasa Sebelum Waktunya | Kim Timme
By Kim Timme
Hi Ayah, apa kabar?
Setelah lama kita tak berkomunikasi, entah kau yang menghilang, entah aku yang tak mau tau tentang kabarmu, gimana hari-harimu dengan keluarga barumu.
Pasti bahagia yah...
Kau tahu gak yah, saat menyebut namamu begini saja, air mataku tak sabaran untuk menyentuh pipi.
Ketika kau pergi dari rumah, aku merasakan duniaku benar-benar hancur
Saat itu aku merasa, aku benar-benar tak mempunyai orang yang benar-benar melindungiku dan keluarga dengan penuh perhatian dan kasih sayang
Aku benar-benar merasakan kehilangan
Hancur semua harapanku
Keluarga bahagia yang sangat ingin kumiliki ternyata hanya sebuah ilusi
Kini terlihat nyata, bahwa kau telah mengahncurkan semuanya, mengobrak abrik semua abrik semua keindahan ttg keluarga yang selama ini menyekat di kepalaku
Ketika kau meninggalkan rumah, aku merasa Tuhan tak adil
Yang menghadirkan aku dalam keluarga yang kau bentuk menjadi remuk
Aku pernah sangat putus asa
Sangat kecewa
Penuh amarah
Aku tak lagi menjadi anak kecilmu yang ceria dan manja
Namuan menjadi anak yang orang sebut sebagai anak durhaka, sebab aku tak lagi takut membantah kata-katamu
Sebab kau yang membuat aku tak lagi menghargaimu
Kau telah menghancurkan semuanya
Telah menghancurkan rumah tempatku kembali
Menghancurkan perlindungan hatiku
Hingga kini aku tak lagi merasakan kehangatan dari ibu
Tak lagi merasakan kasih sayang dari seorang ayah
Hidupku benar-benar terasa sepi
Aku merasa berjuang dengan sendiri
Aku iri padanya yang mempunyai keluarga utuh bahagia, merayakan setiap moment dengan keluarga. Lebaran dengan keluarga, liburan dengan keluarga. Lalu mengambil foto bersama untuk kenang2an di masa tua. Mereka terlihat bahagia dengan kehidupannya. Ketika bertemy, maka teman2 akan bercerita betapa bahagianya ia hidup dalan keluarga yang penuh bahagia dan cinta. Sayangnya aku tak mempunyai cerita bahagia yang bisa kuceritakan seperti itu.
Aku lebih suka menyendiri, tak PD berteman, mengurungbdiri di kamar dan akhirnya tiba-tiba menangis menjadi-jadi
Lahir dari keluarga yang tak kunamai keluarga, menjadikanku sebagai anak dewasa sebelum waktunya
Menjadikanku manusia yang sabar dalam keterpaksaan
Menjadikanku manusia yang bersyukur deangan keadaan
Sebuah keadaan yang tak pernah diingini dan bahkan jika bisa dihindari
Oh iya yah, kini Ibu sudah bahagia. Lebih bahagia dari hidup yang kau punya. Ibu sudah bahagia dalam pelukan-Nya. Bahagia di syurga-Nya.
Kini tinggal aku dan adik-adik. Berjuang terhadap hidup yang telah Tuhan takdirkan untuk kami.
Kamu juga begitu ya, semangat berjuang dengan keluarga barumu. Semoga bahagia. Jangan buat hati keluargamu sedih. Percayalah rasanya benar-benar sakit. Cukup kami yang merasakan. Karena kami adalah anak-anak kuat yang diciptakan Tuhan untuk memahami apa yang namanya perjuangan. Berjuang tanpa ayah dan ibu. Biar kelak benar-benar bisa meraskaan apa yang disebut dengan bahagia. Terimakasih atas cinta yang pernah kau titipkan untuk kami.
Aku mungkin sering menangis sendirian, tapi aku tetap kuat. Karena masih ada dia orang-orang yang kusayang yang mesti kuperjuangkan. Tetap semangat, pantang menyerah. Aku yakin, Tuhan pasti sedangkan menyediakan kebahagiaan dan cinta yang besar untukku.
Jogja, 2 Juni 2021


Comments
Post a Comment