Wajah yang Bercahaya | Ratu Adil | Imam Mahdi | Satrio Piningit

By: William


Aku sudah menulis, dan ingin menulisnya lagi. Aku sudah gelisah, ternyata makin gelisah. Ada sesuatu yang terus mengusikku, tentang perjalanan waktu, akhir jaman

Aku mencoba membuka, lembar demi lembar, dari kitab-kitab jaman, dan semakin banyak pula aku membuka dan, membacanya, namun ternyata, masih saja terasa kosong rasa pemahamanku, tentang akhir jaman itu

Lalu aku mencoba heningkan diri, mengatur nafas secara perlahan, kubuka catatan dalam hatiku sendiri. Ternyata ada catatan-catatan, yang bisa jelas aku membacanya, meski seperti patah-patah 

Kibaca satu persatu, dari setiap patahan kata itu, lalu terucap tanpa aku sadari, dia adalah ratu adil, Satrio piningit, budak angon, budak Janggutan, sang Kinasih

Lalu tampaklah sebuah patahan kata, dari samar-samar kemudian menjadi semakin terang, hingga mampu aku membacanya, dan terucap dalam lisanku, seperti tersentak saat bibirku mengucap kata Imam Al Mahdi

Kubuka perlahan mataku dari keheningan, rasanya seperti berkurang gelisahku. Aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa aku terus di hinggapi rasa ini, tentang semua yang tak aku mengerti

Sejenak kemudian, hatiku memanggil, untuk kembali dalam keheningan, kupejamkan lagi mataku, maka tampaklah seperti sesuatu yg aneh

Ya, aku menangkap sesosok bayangan wajah yang di Liputi cahaya. Namun aku bisa melihatnya, kalau dia berambut panjang, berbadan sedang, hanya saja, aku masih belum bisa dengan jelas, untuk menatapnya, karena silau oleh cahayanya

Satu kalimat yang aku sempat untuk mendengarnya, dia berkata " Ana Al Mahdi "

Mendadak bergetar hatiku, seiring kubuka mataku, ku ucap kalimat " Subkhanalloh ". Apakah dia yang di tunggu, dengan gelarnya yang mulia, Imam Al Mahdi ?

Aku berbisik pada diriku sendiri, semoga aku bisa bersamanya.

Kucatat satu persatu kisah ini, karena aku sudah berjanji


Puisi ini sudah dibacakan oleh Kim Timme di Channel Youtube Kim Timme

https://youtu.be/ifRHVVOZ9nM

Comments

Popular Posts