Negeri yang Terbelah Sebuah Karya Helvy Tiana Rosa Tentang Negeri yang ingin Dihuni oleh Orang-Orang dari Negeri Antah Berantah || Lomba Baca Puisi
pinterest.com
Untuk meriahkan lomba yang diadakan oleh Puisi Helvi dan Helvier dalam hal ini saya membacakan Puisi Helvy Tiana Rosa yang berjudul "Negeri yang Terbelah". Saya memilih puisi ini untuk dibacakan karena puisi ini begitu hidup dan saya rasa saya akan bersemangat ketika membacanya. Untuk teman-teman yang ingin mengikuti lombanya silakan cek saja syaratnya di Instagram @puisihelvy atau @helviers.
Lombanya dibuka tanggal 7 dan ditutup tanggal 25 Juli 2020. Mumpung masih ada waktu jom ikuti. Lomba baca puisi ini free yah teman-teman alias gratis. Puisi Helvy Tiana Rosa (HTR) bisa teman-teman baca di buku-buku puisinya atau kalau tidak memilikinya silakan teman-teman lihat saja di webnya Helvy Tiana Rosa sastrahelvy.com.
Puisi Negeri yang Terbelah juga sangat relevan terhadap keadaan Indonesia saat ini, dimana hukum yang ada di negara kita tidak lagi berdiri dan tegak dengan adil. Kebenaran yang ada tidak lagi dibenarkan malahan kebenaran begitu sulit untuk kita ketahui.
Dengan mudahnya sekarang ini yang berkuasa menjatuhkan kebenaran, menjatuhkan penjaga risalah, mereka difitnah bahkan hingga dimasukkan ke dalam penjara. Kaki hukum di negeri ini kian pincang, kian tumpu. Malah sebaliknya yang hidup dan berkembang dan dibiarkan saja yaitu mereka para penjilat yang tak peduli keadilan dan kebenaran.
Terbukti memang negara kita sekarang sudah terpecah belah. Kita ssesama kita diadu domaba, difitnah, dijatuhkan, saling menjelekkan, saling menyalahkan hingga terpecah belah. Sedangkan orang-orang dari luar entah dari negeri mana terus dan terus menempati negeri ini bahkan mereka juga ingin memiliki negeri ini. Sungguh disayangkan Indonesiaku
Puisi Negeri yang Terbelah karya helvy yang saya dapatkan dari sastrahelvy.com karya bunda Helvy Tiana Rosa saya cantumkan di bawah ini
NEGERI YANG TERBELAH
Pikiran siapa yang bertubitubi dikebiri
dalam katakata yang api
lalu kebenaran menjadi canggung, asing
dan tak lagi mudah dikenali,
Nalar siapa yang digerus berulangkali
ketika kebajikan dipersekusi
Penjaga risalah difitnah dan didiskriminasi,
pencari keadilan berduyunduyun jadi terdakwa
dikunci di balik jeruji
O, kaki hukum yang kian pincang dan rejang
pemantik kebencian, para pendusta, peneror
di mana mereka kau semat?
Sedang para penjilat
tumbuh sebagai musim semi
Kesalahan demi kesalahan diamini
bahkan dirayakan secara terbuka
di antara serpihan janji yang ditiup angin,
dan diskusi purba
tentang melepas mereka
yang hilang ingatan ke bilik bilik suara,
serta teriakan berisik kelompok picik
yang selalu mengaku paling toleran
Di sepanjang jalan itu kutemukan
tubuhtubuh kita yang lama menyatu
terbelah pecah, ditebas entah apa
sementara orang orang tak dikenal
dari negeri antah berantah
terus membanjiri tanah ini,
bermimpi jadi penghuni baru sebuah negeri
yang terus membelah dirinya sendiri
(Jakarta, 2018)
Bagaimana setelah kamu membaca puisinya? Apa yang kamu rasakan? Silakan comment di bawah yah.
Oh iyah, puisi Bunda Helvy Tiana Rosa yang berjudul Negeri yang Terbelah silakan saksikan di youtub saya yah. Silakan tinggalkan kritik dan saran dari teman-teman untuk perbaikan saya kedepannya.
________√√_______
________√√_______
🍂Lomba Baca Puisi Helvy Tiana Rosa (HTR) 2020 dalam rangka memperingati Hari Sastra Indonesia 3 Juli, dan Hari Puisi 26 Juli tingkat Nasional
🗒Judul: Negeri yang Terbelah
📝Author: Helvy Tiana Rosa (@helvitianarosa)
🎙Dibacakan Oleh: Fatimah (@kim_timme)
Supported by:
@puisihelvy
@helviers @helvytianarosa
@kencanpuisi @adminpuisi @negeripuisi
🎯Youtube: Kim Timme
Teman-teman bisa melihat puisi yang saya bacakan di sini - "Negeri yang Terbelah". Puisi ini saya bacakan di Kampus UNAND Padang yang dividiokan oleh Fitri Wede si penulis kece yang bermata sipit ala gadis Jepang. Proses pembuatan vidionya kemaren penuh drama juga hingga membuat tangan teman saya gemetaran dan pegal untuk memvidiokan saya. Jadi maaf kalo kurang menikmati vidionya yang goyag-goyang. Nikmati saja🥰


Comments
Post a Comment