Apa yang Terjadi Ketika Cewek Menyatakan Cinta Duluan dan Mungkinkah Cowok Akan Ilfil?

By: Kim Timme

popbela.com

Kamu pasti pernah merasakan kalau sebuah group di whatsapp akan rame jika yang dibahas adalah persoalan cinta mencinta yang berada dalam jalur putus memutuskan, move on dari si dia yang pernah mendua, kriteria pasangan ideal yang tak kunjung ketemu, ta’aruf dengan dia yang sudah siap dibawa berlayar, jodoh yang tak kunjung ketemu sehingga terdiam membisu ketika sering ditanya “Kapan nikah?” dan tentunya juga membicarakan tentang kamu. Iya kamu.

Ada sebuah group whatsapp yang saya ikuti yang groupnya selalu aktif 24 jam. Yang bergabung disana adalah mereka yang saya yakini anak-anak hebat negeri ini, bersatu dalam mengepakkan sayap garuda muda Indonesia terbang bersama untuk menggapai asa.

Awalnya saya mengira itu group isinya manusia idealis semua, eh nyatanya setelah pertemuan satu minggu (waktu itu) beralangsung diantara kami sikap romantisme mereka keluar satu persatu. Benar juga kata dosen saya, “Hidup itu nggak melulu idealisme, biar seimbang dan berwarna perlu adanya sikap romantisme”.

Jika nggak dibuka tuh group yang satu itu, isi chhatt nya bisa nyampe 2.000-an  perhari. Bayangkan, gimana coba manjatnya?

Masing-masing mereka mempunyai peran tak lain ada yang sebagai mak comblang, yang ngasih petuah perihal membangun rumah tangga untuk yang masih jomblo, yang ngasih wejangan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, tukang ngegombal, pancing memancing hati (emang ikan dipancing segala), kompor mengompor, yang suka curhat masalah mantan dan tentunya juga banyak yang berperan sebagai pembaca yang super pasif. He, jadi nyindir diri sendiri.

Ada sebuah chatt yang menarik bagi saya adalah salah satu chatt seorang kandidat Doktor Ilmu Ekonomi UGM isinya kayak gini, “Tantangan terkeren bagi seorang cowok itu adalah bagaimana caranya membuat cewek yang disukai menembak atau mengungkapkan perasaan terlebih dahulu. Karena kalau cowok yang nembak duluan itu sudah menjadi hal biasa dan nggak terlalu wah lagi”


Bukannya soal tembak menembak biasanya yang paling jago dan pas sasaran adalah cowok. Nancap pelurunya langsung ke hati. Ini si abang kayaknya pengen mencari perempuan-perempuan pengikut Khadijah biar jadi rekor MURI nih. Karena pengennya wah. Kalau gitu besok-besok balajar nembak ke hutan deh. Eh ke hatimu. Kalau perlu belajar juga sama oenni-oenni Korea bagaimana cara nembak si oppa yang langsung diterima. Hufh, ngayal-ngayal.

Tuh sis kamu sanggup nggak? Ditembak aja grogi, apalagi nembak duluan. Iya kan? Gregetnya makin menjadi. Ampun gaes.

Kalau cewek yang nembak duluan bukankah itu malu-maluin bagi cewek dan malu-maluin juga buat cowok karena nggak tegas terhadap perasaannya terhadap cewek. Sebenarnya siapa yang keren sih? Masak, cowok akan terlihat keren kalau cewek yang nembak duluan. Bukankah kalau begitu cewek yang keren, karena berani nembak duluan? Jadi bingung gaes.

Suatu yang sangat tabu, sebuah aib, malu-maluin dan nggak wajar bagi masyarakat kalau cewek yang nembak duluan. Sudah menjadi tradisi kalau yang mengungkapkan perasaan mesti cowok kepada cewek. Biar terlihat lebih maskulin.

Cewek kan pemalu. Cewe itu kan mesti menunggu. Kalau cewek yang mengungkapkan duluan dimana letak harga diri cewek? Mending nggak diungkapin aja deh. Nah loh gimana ini perasaan tak bisa dibohongi dan tak bisa dibendung?

Ntar kalau bersikeras mengungkapkan dibilang terlalu agresif dan emansipasi kebablasan lagi. Apalagi mengungkapkan perasaan adalah salah satu tragedi jatuh cinta yang begitu horor dilalui para penjatuh cinta, karena takut ditolak dalam pengharapan. Huhu.

Menyampaikan perasaan adalah hak siapa saja. Dan ia bukanlah sebuah kriminal kekerasan yang menyakitkan.

Perasaan kagum, perasaan suka, perasaan sayang, perasaan cinta adalah rasa yang boleh dimiliki siapa saja. Termasuk perasaanku kepadamu, baik diungkapkan dalam ketulusan dan kejujuran atau disimpan dalam diam. Merejam dalam rindu yang membeku. Meleleh dalam sketsa rasa. Saling tak peka hingga terbiasa. Karena rasa tidak memandang jenis kelamin, baik aku, kamu atau dia.

Bagi cinta, Undang-Undang nggak berlaku. Jadi kamu nggak perlu takut untuk jatuh cinta apalagi menyampaikan perasaan, karena penjara bukanlah istana asmara.

Baca Juga: Sajakku Untukmu

Bahkan Undang-Undang pun menyatakan bahwa kamu berhak berpendapat dan berekspresi. Jadi kamu aman kok menyatakan pendapatmu tentang aku, eh tentang dia. Kamu nggak bakalan dibawa satpol PP karena tragedi rasa. Kecuali kalau kamu dan dia gelap-gelapan di tempat sepi tanpa status suami istri. Kalau begitu kelar nama baikmu. Tercoreng nama ortumu. Dicabut status PNS mu. Nasib-nasib, yang sabar yah.

Buat kamu yang berniat mengungkapkan perasaan pada dia cowok idaman yang tak sanggup didefinisikan, kamu mesti menilai terlebih dahulu. Apakah cowok yang ditaksir, rasa-rasanya juga suka nggak sama kamu? Apakah dia sering ngasih kode nggak? Kalau diajak bincang-bincang nyambung dan asik nggak? Kalau kamu minta tolong, dia bakalan segera nanggapi atau malah buat-buat alasan atau nggak? Kalau cewek biasanya kan peka dan bakalan tahu tuh siapa yang menyukai dan mendekatinya. Iya kan?

Kalau rasanya dia sering ngindar dari kamu, jarang senyum, nggak pernah ngepoin kamu, chattnya terasa dingin dan lebih dingin dari musim salju di Korea  lebih baik kamu mikir lagi yah sis. Kalau kepepet tetap mau ngungkapin perasaan kamu mesti siap-siap kecewa.

Saya yakin kamu pasti sudah mempertimbangkan matang-matang kenapa mesti mengungkapkan terlebih dahulu. Memiliki ketegasan dalam keadaan dan mau mengambil resiko yang datang nantinya bukti keseriusan atas cinta yang dimiliki, tentunya nggak main-main kayak cinta-cintaan anak SMA. Eak nostalgila, eh nostalgia.

Teringat dengan teori roda warna yang ditulis oleh Jhon Lee dalam bukunya The Colours Of Love, bahwa cinta memiliki tiga warna yakni eros, ludos dan storges.

Pertama, teori eros adalah sebuah perasaan cinta kepada seseorang yang dianggap ideal. Eros sebuah teori cinta yang didasari atas keinginan yang tulus dan komitmen yang mantap. Sehingga siap untuk dilamar dan melamar menuju keutuhan cinta. Cocok nih sis, buat kamu yang serius padanya.

Kedua, teori ludos adalah sebuah perasaan hanya untuk main-main. Bahkan jika diajak berlayar ke laut, eh ke pelaminan dia bakalan nggak akan mau. Karena cinta hanya sebagai ajang main-main dan menyenangkan, yang penting happy. Di tahun baru kayaknya yang banyak dipraktekin teori ludos nih. PDKT tanggal 28 Desember 2018, sok ngasih perhatian tanggal 29, proses trik nembak tanggal 30 , Nembak tanggal 31, putus tanggal 1 Januari 2019. Uh, sakitnya tuh di sini.

Ketiga, teori storge adalah sebuah tipe cinta yang dianggap sebagai persahabatan. Pada saat sekarang ini identik dengan istilah friendzone, lebih kepada hubungan persahabatan yang tentungan nggak punya perasaan. Jadi selama ini apa? Kamu hanya menganggapku sebagai sahabat. Jleb banget nggak sih?


Jadi, kapan kamu berani menyatakan cinta padanya? Tenang nggak bakalan melanggar Undang-Undang kok.


Comments