INDAHNYA BERBAGI: Mahasiswa Pasif dalam Diskusi

Amazing

Tuesday, 26 August 2014

Mahasiswa Pasif dalam Diskusi



Manusia selalu membutuhkan energi disetiap saat. Disebabkan karena energi tersebut selalu digunakan untuk melaksanakan aktifitas.Untuk mengembalikan energi, manusia butuh makan dan minum. Untuk penguat energi, selain makan dan minum, tubuh juga membutuhkan vitamin lainnya, seperti makan buah-buahan, sayur-sayuran, dan mengkonsumsi makanan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Untuk itu perlunya pengembalian energi yang efektif bagi tubuh manusia yang tujuannya untuk menjaga kesehatan dan mencegah datangnya penyakit.

Sama halnya pengembalian energi bagi kekuatan tubuh manusia. Selain membaca dan menulis mahasiswa juga membutuhkan diskusi untuk memenuhi suatu kebutuhan pokok yang mendasar. Diskusi atau disebut juga dengan proses dialektika tidak bisa terlepas dari rutinitas mahasiswa, kemanapun mahasiswa tersebut melangkah. Kurang sempurna penamaan “mahasiswa” jika diskusi tidak dilakukan. Tingginya pengetahuan yang di dapatnya, menggunungnya buku yang dibaca, tapi jika tidak didiskusikan hal tersebut bernilai tidak sempurna bagi mahasiswa yang ada pada saat sekarang ini. 

Menurut seorang filsuf kelahiran London yaitu Jhon Stuart Mill, diskusi adalah satu-satunya cara, wadah, dan tempat manusia dapat mengemukakan beberapa pendekatan untuk mengetahui keseluruhan sesuatu pokok pembicaraan adalah dengan jalan mengetahui sesuatu yang dapat dikatakan melalui hal itu oleh orang-orang yang mempunyai aneka ragam pendapat (Power, 1951 : 23). Dalam hal ini jelaslah bahwa diskusi merupakan suatu pisau analisa dalam pemecahan masalah (problem solving) untuk menemukan titik pemahaman berdasarkan pendapat-pendapat yang dilantunkan oleh para intelektual. 

Kesempurnaan diskusi melibatkan untuk banyak membaca dan diskusi juga merupakan inspirasi untuk menulis. Kenapa dikatakan demikian? Karena wacana yang dibahas telah melewati sanggahan dan penguatan dalam forum. Kelebihan itu tidak lagi dinikmati dengan baik oleh mahasiswa. Jika diamati saat sekarang ini apakah benar diskusi tersebut diaplikasikan oleh mahasiswa? Apakah utuh penamaan bagi mahasiswa? Katanya mahasiswa diskusi tidak pernah. Apakah ini layak disebut mahasiswa? Tentu tidak, dan hal ini juga harus menjadi pertimbangan bagi masing-masing mahasiswa. Keterlibatan diskusi menjadi suatu acuan rutinitas yang tidak bisa dihindarkan. Buktinya sekarang, memang diskusi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, namun kenyataannya sebagian dari mahasiswa suatu yang tidak bisa dihindarkan tersebut harus dilaluinya apapun yang terjadi, yaitu dengan tidak ikut serta dalam diskusi yang berlangsung dalam class, ini lah yang disebut mahasiswa pasif dalam diskusi. 

Dalam proses perkuliahan saat ini, keaktifan mahasiswa dituntut 75% dan keterlibatan dosen hanya 25%. Dosen tugasnya dalam class hanyalah memfasilitasi dan menunjukkan jalan tengah nantinya bagi mahasiawa yang masih kurang memahami. Aktif dalam diskusi merupakan suatu kegiatan yang menunjang bagi mahasiswa untuk menuju kesuksesan. Keaktifan yang seharusnya menjadi hak mahasiswa tidak di ambilnya dengan gigih. Dan ini merupakan suatu kerugian yang mendasar bagi mahasiswa itu sendiri. Saya lihat fenomena yang khususnya terjadi di dalam class yang saya tempati. Ada juga teman saya katanya mahasiswa, namun dari semester awal sampai sekarang ini masih ada juga yang belum pernah bertanya sama sekali, apalagi memberikan pendapat atau sanggahan terhadap pendapat-pendapat yang diajukan oleh teman-teman lainnya. Ini menjadi sebuah keprihatinan yang sangat disayangkan . Hal ini merupakan kerugian yang sangat besar. Padahal salah satu pengambangan diri bagi mahasiswa terdapat dalam keaktifannya berdiskusi. Pernah juga salah satu dosen saya berkata disaat terjadinya proses perkuliahan mengatakan, “Bagaimana kalian akan menjadi anggota DPR nantinya jika bertanya dan memberikan pendapat tidak pernah”. Ini terlihat bahwa jika mahasiswa tersebut nantinya sudah serjana dan turun ke dunia kerja atau masyarakat, namun tidak pernah aktif dalam diskusi nanti sulit untuk menjalin komunikasi dan menyelesaikan problema-problema yang ditantang oleh zaman. Mahasiswa merupakan golongan yang selama ini diunggulkan oleh masyarakat, sehingga dituntut untuk terlibat aktif dalam membangun komunikasi untuk mencurahkan pemikirannya. Seperti halnya permasalah tentang politik, ekonomi, budaya, dan agama. Seharusnya sudah tugas mahasiswa yang akan memecahkan permasalahan yang terjadi tersebut dengan intelektual yang ada dan pisau analisa tajam yang selalu diasah. 

Sebagian mahasiswa diskusi merupakan suatu metode yang menyenangkan, namun tidak sedikit juga mahasiswa yang tidak menyukai salah satu metode pembelajaran ini sehingga menyebabkan diskusi pasif dalam proses perkuliahan. Mahasiswa aktif fokus terhadap diskusi dan permasalahn yang diselesaikan, dan yang pasif sibuk dengan bermacam aktifitas yang dimilikinya seperti, ada yang berlamun, bercerita dengan teman-teman, chattingan dan bermacam aktifitas lainnya. Faktor kemajuan teknologi juga kerap di kambing hitamkan pada persoalan ini. Teknologi mempunyai kemampuan menghapus jarak dan waktu. Seperti jaring sosial mampu menjangkau manusia dibelahan dunia. Mahasiswa acap sekali menggunakan jaringan sosial berupa chattingan, dimanapun berada tanpa batas waktu. Apakah pandangan sebagian mahasiswa tersebut menyatakan dengan chattingan juga bisa diskusi dengan teman-teman yang ada dalam obrolan. Dalam hal ini memang bisa juga diskusi, namun permasalahan yang diselesaikan dalam hal tersebut tidak akan selesai dengan sempurna. Sebab konteksnya berbeda, serta sulitnya menemukan titik temu pada analisa persoalan dan pernyataan. Hal tersebut bisa salah persepsi, bisa jadi apa yang di sampaikan nanti berbeda terhadap pemahaman yang diterima oleh kawan yang memberikan pertanyaan, sanggahan, dan jawaban. Seharusnya dengan ikut serta diskusi dalam jaringan sosial untuk menghangatkan majunya forum diskusi, bukan untuk menghambat minat, sehingga menjadi pasif dalam class. Mahasiswa pasif didalam class menurut saya, bukan berarti tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Namun komunikasi yang dibangun berbeda dengan komunikasi yang dimiliki oleh mahasiswa yang terbiasa aktif dalam diskusi. 

Kepasifan mahasiswa dalam diskusi memiliki faktor yang berbeda-beda, diantaranya memang mahasiswa tersebut memiliki sifat pendiam, sedang malas, merasa bosan dengan metode diskusi, direndung masalah, takut untuk berbicara, dan faktor yang sangat dominan yaitu tidak membaca buku sebelum diskusi dan mungkin juga ada hal lainnya. Itulah yang menyebabkan mahasiswa pasif dalam diskusi. Problema seperti ini seharusnya dihindarkan mahasiswa. Padahal diskusi banyak mendatangkan manfaat bagi mahasiswa itu sendiri, saya dapat memaparkan beberapa manfaat diskusi diantaranya : 

1. Melatih belajar untuk aktif. Dengan mengikuti diskusi yang dilakukan dalam proses belajar, mahasiswa akan terbiasa untuk aktif dimanapun dia berada, baik diskusi yang dilakukan dalam class maupun diskusi yang dilakukan di luar class. 

2. Melatih keberanian. Keberanian merupakan salah satu pegangan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Baik itu keberanian dalam mengajukan pertanyaan, memberikan jawaban, memberikan masukan ataupun sanggahan. Apapun itu yang ada dalam pikiran mahasiswa harus berani menyatakan hasil pikiran yang dimiliki walaupun itu salah. Dengan memiliki keberanian, nanti akan bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Tanpa melangkah dari keberanian, kita tidak akan tahu kalau salah ataupun benarnya. Dengan itulah perlu menanamkan rasa keberanian dalam diri. 

3. Melatih menghormati pendapat orang lain Dalam diskusi pendapat dari masing-masing mahasiswa dituntut untuk mencari kebenararan dan pemahaman bersama. Setiap manusia memilliki pengetahuan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu pendapat yang diajukan oleh mahasiswa yang satu dengan lainnya lebih cenderung berbeda. Dengan berbedanya pendapat yang diajukan oleh teman yang satu dengan yang lainnya kita dianjurkan untuk menghormati atau menghargai pendapat orang lain. 

4. Pendapat yang berbeda dapat meningkatakan rasa untuk saling memahami. Melalui diskusi kita akan memahami bagaimana sifat diantara teman yang satu dengan yang lainya. Perbedaan antara individu bukannya malah membuat untuk saling menjatuhkan, namun dengan perbedaan itulah kesatuan akan mudah terbentuk, sebab dengan berbeda pendapat kita akan menemukan berbagai ide cemerlang yang tidaki dimiliki. 

5. Mengasah pola pikir Terbiasa dengan mengikuti diskusi dimanapun berada akan menambah daya pikir abstrak dan dengan demikian melatih mengembangakan daya pikir yang kritis serta menimbulkan disiplin intelektual. Salah satu proses perkuliahan ini membuat kita mudah untuk menganalisa permasalahan yang terjadi, sebab sudah terlatih mengeluarkan ide-ide yang dimiliki. 

Menurut saya itulah beberapa manfaat yang bisa diperoleh mahasiswa jika aktif dalam diskusi dan mungkin banyak lagi manfaat lain yang bisa diambil dalam berdiskusi yang baik dan benar. Agar diskusi bisa berjalan sebagai mana mestinya, sebelum diskusi berlangsung perlu persiapan diri bagi mahasiswa dengan membaca tentang bahan yang akan di diskusikan. Dengan persiapan yang matang, dan memiliki berbagai macam referensi bisa mengantarkan mahasiswa untuk mudah menganalisa permasalahan yang timbul. Jika telah memahami materi yang akan dibahas perlunya keberanian untuk berbicara, guna untuk menyampaikan ide yang dimiliki. Tanpa di sampaikan melalui perkataaan atau bahasa lisan orang tidak akan tahu apa yang sedang di pikirkan. Sebab bahasa merupakan alat untuk menyampaikan pikiran. Disinilah bahasa berfungsi untuk menyampaikan hasil dari pemikiran. Dan satu lagi, untuk menyampaikan ide yang dimiliki harus berbicara dengan jelas dan objektif sehingga mudah dipahami oleh audients. 

Salah satu kegiatan belajar yang populer ini harus dibudayakan oleh para mahasiswa. Budayakan untuk bertanya, memberikan tanggapan, dan memberi argumen dimanapun berada. Jangan lagi dipandang sebelah mata, jangan mudah untuk menerima argumen yang belum dipahami dan jangan mudah untuk merasa puas. Lihatkan eksistensi sebagai mahasiswa yang seutuhnya.



SEMOGA BERMANFAAAT :) :) :)