INDAHNYA BERBAGI: Efek Negatif Kebiasaan "Selfie"

Amazing

Sunday, 24 August 2014

Efek Negatif Kebiasaan "Selfie"

















Sobat siapa sich yang nggak pernah selfie. Pasti semua nya sudah pernah kan, walaupun pernahh nyoba sekali-kali. Setiap yang punya hp yang ada camera pasti nggak bakalin di biarin tuh hp nya di kosongin aja tanpa ada foto-fotonya sendiri, iya kan sobat. Iya dunk.  Setiap penampillan baru dan suasana baru pasti selalu selfie (foto diri) tanpa merasa bosan, padahal wajah kan selalu kayak gitu tanpa ada perubahannya. Tapi tetap juga selfie itu menjadi tren dan bahkan banyak orang berlomba-lomba untuk membuat selfie yang terbaik untuk di jadikan profil untuk fb, twitter, BBM, dll. 

Sobat….Barusan tadi aku baca Koran Haluan (23/08/2014), nah disana aku membaca ternyata jika kebiasaan selfie atau seringnya selfie akan ada efek negatifnya buat diri sendiri. Bagi yang nggak membacanya disini di uraikan. Pengen tahu??? Ayo baca berikut ini. 

1. Obsesi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Time, orang yang terobsesi dengan selfie secara psikiologi diklaim mengalami gangguan mental. Sebab, hobi memotret diri sendiri merupakan refleksi sikap yang merasa diri cantik dan sempurna di bandingkan orang lain. Selain itu, selfie juga bukti rasa percaya diri yang rendah. 

2. Respon negatif dari lingkungan negatif
Mungkin hasil selfie membuat penampilan anda lebih cantik dan menarik. Namun bagaimana dengan realitanya? Apakah anda secantik yang di foto? Inilah yang akhirnya menimbulkan pertanyaan dari lingkungan sekitar mengenai diri Anda. Tak jarang, dalam sejumlah kasus, beberapa orang malah berakhir menjadi bahann olok-olokan di media sosial. 

3. Menimbulkan rasa iri
Melihat selfie teman yang cantik, secara tak sadar, Anda menjadi membandingkan diri dengan orang lain. Akhirnya hal yang demikianpun menjadi mempengaruhi kepercayaan diri anda. 

4. Krisis percaya diri
Selain masyarakat pada umumnya, sejumlah selebriti juga kegandrungan dengan selfie. Nah, melihat para selebirti rupawan tersebut berpose begitu menawan, tak pelak menciptakan standarisasi kecantikan di luar jangkauan. Akhirnya, tren ini pun menciptakan krisis identitas pada sebagian wanita terutama yang berusia muda. Alhasil, tak sedikit dari mereka yang melakukan langkah ekstrim seperti diet berlebihan dan operasi plastik. 

5. Narsis berlebihan
Penelitian yang dipublikasikan pada Pisychology Today menngatakan orang yang gemar selfie, umumnya haus perhatian dan menginginkan atensi lebih dari lingkungannya. 

6. Banyak yang benci
Hasil penelitian di Inggris melaporkan bahwa banyak pertemanan dan hubungan rusak karena salah satu pihak gemar selfie. Sebab banyak orang mengaku muak melihat orang yang sering berpose selfie dan mengunggahnya ke media sosial.